Minggu, 03 Februari 2013

Kelarutan Garam





Kemampuan garam-garam larut dalam air tidaklah sama, ada garam yang mudah larut dalam air seperti natrium klorida dan ada pula garam sukar larut dalam air seperti perak klorida (AgCl). Apabila natrium klorida dilarutkan ke dalam air, mula-mula akan larut. Akan tetapi, jika natrium klorida ditambahkan terus-menerus ke dalam air, pada suatu saat ada natrium klorida yang tidak dapat larut. Semakin banyak natrium klorida ditambahkan ke dalam air, semakin banyak endapan yang diperoleh. Larutan yang demikian itu disebut larutan jenuh artinya pelarut tidak dapat lagi melarutkan natrium klorida.

Perak klorida sukar larut dalam air, tetapi dari hasil percobaan ternyata jika perak klorida dilarutkan dalam air diperoleh kelarutan sebanyak 1,25 x 10–1 mol dalam setiap liter larutan.

Berdasarkan contoh di atas dapat diketahui bahwa selalu ada sejumlah garam yang dapat larut di dalam air. Bagi garam yang sukar larut dalam air, larutan akan jenuh walau hanya sedikit zat terlarut dimasukkan. Sebaliknya bagi garam yang mudah larut dalam air, larutan akan jenuh setelah banyak zat terlarut dilarutkan. Ada sejumlah maksimum garam sebagai zat terlarut yang selalu dapat dilarutkan ke dalam air. Jumlah maksimum zat terlarut yang dapat larut dalam pelarut disebut kelarutan.

Selain bergantung pada jumlah zat yang dapat larut, kelarutan juga bergantung pada jenis zat pelarutnya. Natrium klorida yang mudah larut dalam air, ternyata sukar larut dalam pelarut benzena. Suatu zat terlarut tidak mungkin memiliki konsentrasi yang lebih besar daripada harga kelarutannya. Dalam 1 liter larutan dapat terlarut 357 gram NaCl, maka ada
  357/58,5       mol per liter atau 6,1 mol per liter (Mr NaCI = 58,5).
AgCI hanya mampu larut sejumlah 1,45 mg dalam 1 liter larutan,
                                
maka hanya  0,00145/ 143,5 atau 10–5 mol per liter.
                                   
Kelarutan NaCI sangat besar dalam air, sedangkan AgCI kelarutannya sangat kecil atau AgCI sukar larut dalam air. Apabila daIam elektrolit dikenal garam yang tidak larut, itu berarti bukan tidak larut sama sekali, melainkan jumlah yang larut sangat sedikit. Kelarutan AgCI = 1,25 . 10–5 mol per liter, berarti jumlah maksimum AgCl yang dapat larut hanya   1,25 . 10–5 mol dalam 1 liter larutan. AgCI yang terlarut dalam air terurai menjadi ionionnya, yakni Ag+ dan Cl. Larutan AgCI yang mengandung AgCI padat adalah Iarutan jenuh, dan kesetimbangan reaksi ionnya sebagai berikut.

AgCl(s) (anak panah bolak-balik)   Ag+(aq) + Cl(aq)

Dalam larutan jenuh AgCI terdapat ion Ag+ sebanyak 1,25 .10–5 mol per liter dan ion Clsebanyak 1,25 . 10–9 mol per liter.
Hasil kali kelarutan ialah hasil kali konsentrasi ion-ion dari larutan jenuh garam yang sukar larut dalam air, setelah masing-masing konsentrasi dipangkatkan dengan koefisien menurut persamaan ionisasinya.
 Garam-garam yang sukar larut seperti BaSO4, AgCl, dan HgF2, jika dimasukkan dalam air murni lalu diaduk, akan terlarut juga walaupun hanya sedikit sekali. Karena garam garam ini adalah elektrolit, maka garam yang terlarut akan terionisasi, sehingga dalam larutan akan terbentuk suatu kesetimbangan ion.

Pada bagian ini dan seterusnya, uraian hanya menitik-beratkan pada tipe garam normal; dan istilah “garam” selanjutnya hanya ditujukan untuk garam normal ini. Sebagian garam, ada yang mudah dan ada pula yang sukar larut di dalam pelarut air. Garam mana yang dimaksud, Tabel dibawah ini mengikhtisarkan sifat kelarutan garam secara kualitatif di dalam pelarut air.

Tabe Kelarutan Beberapa Garam dalam Air.

GARAM
Kelarutan dalam Air
Mudah
Sukar
Nitrat
semua
-
Sulfat
hampir semua
hanya: CaSO4 (putih); SrSO4 (putih);BaSO4 (putih); PbSO4* (putih)
Klorida
hampir semua
hanya: AgCl (putih); Hg2Cl2 (putih);PbSO4* (putih)
Bromida
hampir semua
hanya: AgBr (kuning); Hg2Br2 (putih);PbBr2* (putih)
Iodida
hampir semua
hanya: AgI (kng-muda); Hg2I2 (kng);HgI2 (merah); PbI2* (kng)
Karbonat, Sulfit, Silikat,Fosfat, Arsenat
hanya: NH4+; Na+ ; K+
hampir semua (endapan berwarna putih)
Sulfida
hanya: NH4+; Na+ ; K+;Ca2+; Sr2+ ; Ba2+ ; Mg2+
hampir semua



Keterangan:

(1)   *Garam-garam PbCl2; PbBr2; dan PbI2 segera melarut dalam air panas.

(2)   Warna endapan sulfida: putih (ZnS); kuning (As2S3; As2S5; SnS2; CdS); kuning-kotor (MnS);jingga (Sb2S3; Sb2S5); coklat (SnS); hitam (FeS; CuS; PbS; HgS; FeS; Ag2S).

Zat yang mudah larut memerlukan sedikit pelarut, sedangkan zat yang sukar larut memerlukan banyak pelarut. Kelarutan zat anorganik yang digunakan dalam farmasi umumnya adalah :
a. Dapat larut dalam air                                                                                              
Semua garam klorida larut, kecuali AgCl, PbCl2, Hg2Cl2. Semua garam nitrat larut kecuali nitrat base. Semua garam sulfat larut kecuali BaSO4, PbSO4, CaSO4.
b. Tidak larut dalam air                                                                                              
Semua garam karbonat tidak larut kecuali K2CO3, Na2CO3. Semua oksida dan hidroksida tidak larut kecuali KOH, NaOH, BaO, Ba(OH)2. semua garam phosfat tidak larut kecuali K3PO4, Na3PO3.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.